Rigging Stage

Apa itu Rigging Stage?

Ketika akan mengadakan sebuah acara, terutama yang bersifat outdoor dan berskala besar, kita tentu membutuhkan panggung yang tepat guna. Bagaimanapun, sebuah panggung akan memperlihatkan kemegahan sebuah acara sekaligus bisa menentukan hasil dari acara tersebut.

Rigging stage merupakan salah satu jenis panggung yang biasa digunakan di dalam konser musik, pentas seni, tabligh akbar bahkan kampanye. Panggung ini berbahan dasar besi tebal yang mampu menahan beban ratusan kilo.

rigging stage redline

Bagian-bagian Rigging Stage :

1.Panggung Rigging

Panggung rigging, yang merupakan elemen utama bangunan, umumnya dibuat dengan tinggi sekitar 1—1,5 meter. Standar ukuran tersebut dianggap tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi sehingga seluruh penonton dapat melihat penampilan musisi dengan nyaman, dari jarak yang dekat atau agak jauh.

2.Tower Truss

Komponen berikutnya adalah tower truss, yakni rangka yang berfungsi untuk menyangga atap sekaligus pelengkap panggung. Tower truss memiliki ukuran yang bervariasi. Biasanya ukuran tower truss akan disesuaikan dengan luas dan tinggi panggung.

3.Atap Rigging

Atap panggung rigging memiliki fungsi untuk melindungi bagian atas panggung sekaligus sebagai tempat untuk meletakkan lampu panggung (lighting). Selain itu, atap panggung juga kerap digunakan untuk menggantung backdrop.

4.Truss Rigging Sound

Truss rigging sound pada panggung rigging berfungsi untuk menggantung line array speaker yang memiliki bobot sekitar 20—30 kg per unitnya. Semakin banyak jumlah penonton  serta semakin luas area konser yang digunakan, jumlah unit yang dipasang pun semakin banyak.

5.Truss Rigging Layar

Komponen ini tidak selalu ada pada setiap jenis rigging stage. Truss yang terbuat dari besi hollow ini biasanya dibuat dengan ukuran tinggi sekitar 8—9 meter dan lebar 4 meter.

Hal yang perlu di perhatikan sebelum memasang rigging stage

1. Arah Mata Angin

Karena ditempatkan di luar ruangan (outdoor), faktor arah mata angin juga wajib Anda perhatikan. Meski memang, di Indonesia, kecepatan (pergerakan) angin masih berada di garis normal yaitu hanya sekitar 5-8 m/s. Anda tetap harus berhati-hati dan usahakan posisi pemasangan tidak menghadap arah angin.

2. Kondisi Pencahayaan

Jika acara akan diselenggarakan di siang hari, kondisi pencahayaan yang perlu diperhatikan adalah arah sinar matahari. Usahakan posisi panggung tidak langsung menghadapnya, agar kondisi acara lebih teduh dan tidak silau. Sebaliknya, jika acara dilangsungkan di malam hari, perhatikan jenis-jenis lighting dan tata letaknya.

3. Kekuatan Rangka

Umumnya, para vendor EO akan menawarkan beberapa jenis rigging stage, seperti full rigging atau semi rigging. Keduanya, tentu memiliki perbedaan dari struktur dan kekuatan rangka. Karenanya, pilihlah yang sesuai dengan jenis acara, apakah acara tersebut membutuhkan beban berat maksimal atau tidak. Misalnya, apakah panggung akan dijadikan tempat peralatan musik, homebase para pengisi acara, atau hanya untuk performance semata.

4.Dekorasi Panggung

Terakhir, jangan lupa untuk memikirkan dekorasi seperti apa yang ingin ditampilkan. Tentunya, hal ini berkaitan erat dengan jenis acara atau tema yang diusung acara tersebut. Acara konser musik dangdut tentu berbeda dengan dekorasi acara tabligh akbar, kampanye, ataupun yang lainnya. Anda bisa menambahkan ornamen-ornamen tertentu atau menggunakan trik-trik lighting agar panggung bisa tampak ‘wah’.

Nyatanya, rigging stage memiliki peran sentral bagi kelangsungan sebuah acara outdoor. Jadi, pilihlah vendor EO yang telah berpengalaman, karena umumnya mereka telah didukung oleh perusahaan penyedia alat dan kelengkapan konser.

 

 

Posted on: Oktober 12, 2019, by :